Slide

Jumat, 14 Oktober 2016

Menulislah

Aku menulis Disaat lisan belum mampu berbicara tentang kebaikan kebaikan
Aku menulis Disaat telinga belum mampu mendengarkan peristiwa peristiwa penggugah jiwa
Aku menulis Disaat mata belum mampu melihat tetesan tetesan kecil air yang jernih
Aku menulis Disaat kaki belum sanggup melangkah pergi dengan arah ketaatan
Aku menulis saat hati belum mampu mengungkapkan tentang rasa harap kepada Sang Pencipta

Diam , hening, tanpa tinta tinta dijari jempol manismu
Disaat duduk dengan tatapan kosong, menulislah hal hal yang bermanfaat buatmu dan orang sekitarmu
Menulislah, karena kita belum punya harta yg bisa ditinggalkan, menulis adalah senjata pemuda.

Kampung halaman, 04 Oktober 2016 late post
Khoiruzzaman Kaswan
(owner http://azzamfikrie.blogspot.com)