Slide

Selasa, 30 Mei 2017

Catatan Ramadhan

Ramadhan,  disaat bersahut sahut teriakan sahur
Ramadhan, dimana alarm alarm gadget lebih heboh
Ramadhan,  bersyukur Allah mempertemukan dengan syahru mubarok *Bulan yang diberkahi
Ramadhan,  ketika energi terbarukan dengan semangat para pejuang subuh.
Ramadhan,  dimana alquran sangat engkau baca dan tadabburi
Ramadhan,  lantunan murottal menggema
Ramadhan,  saat engkau merindui suara azan magrib padahal sehari ada lima kali Azan
Ramadhan,  berburu shaf shaf terdepan di rumah Nya
Ramadhan,  mari pegang erat bulan ini
Ramadhan,  engkau tidak mengontrol lapar dan dahaga saja. Namun mengontrol nafsu dan amarah
Ramadhan,  indahnya berbagi kepada sesama
Dengan Ramadhan, tetap istiqomah , semoga engkau berhasil meraih predikat taqwa

Catatan Khoiruzzaman
Kota Dumai,
30 Mei 2017 | 4 Ramadhan 1438

azzamfikrie.blogspot.com

Jumat, 14 Oktober 2016

Birrul Walidain

Setiap anak memiliki berbagai macam cara untuk berbakti kepada orang tuanya. Berbakti kepada kedua orang tua dalam bahasa arab disebut Birrul Walidain. Sudahkah panjenengan (read : kamu) berbakti kepada orang tua?
Jika sudah semoga Allaah memberkahimu, jika belum segeralah. Sejauh apapun posisimu tetaplah menjadi anak yang berbakti. 
Saudaraku, Rezeki itu tidak selalu diukur dengan materi, nikmat sehat, waktu luang berkumpul keluarga, terhindar dari musibah adalah nikmat yang harus disyukuri. 
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Alangkah indahnya perkara orang yang beriman ketika mendapat kan nikmat ia bersyukur, ketika memdapatkan musibah ia bersabar,  ketika bermaksiat ia beristighfar.
Masjid Arrosyidin Bukit Batu,  16 Oktober 2016
Khoiruzzaman Kaswan

Menulislah

Aku menulis Disaat lisan belum mampu berbicara tentang kebaikan kebaikan
Aku menulis Disaat telinga belum mampu mendengarkan peristiwa peristiwa penggugah jiwa
Aku menulis Disaat mata belum mampu melihat tetesan tetesan kecil air yang jernih
Aku menulis Disaat kaki belum sanggup melangkah pergi dengan arah ketaatan
Aku menulis saat hati belum mampu mengungkapkan tentang rasa harap kepada Sang Pencipta

Diam , hening, tanpa tinta tinta dijari jempol manismu
Disaat duduk dengan tatapan kosong, menulislah hal hal yang bermanfaat buatmu dan orang sekitarmu
Menulislah, karena kita belum punya harta yg bisa ditinggalkan, menulis adalah senjata pemuda.

Kampung halaman, 04 Oktober 2016 late post
Khoiruzzaman Kaswan
(owner http://azzamfikrie.blogspot.com)